728x90 AdSpace

T e r b a r u
Kamis, 20 Agustus 2015

BAYU A. PRIDAHASTAMA, PEMBUAT GITAR HYBRID 12 DAWAI PERTAMA DI DUNIA

Awalnya Bayu hanya ingin membuat gitar sebagai bahan ujian akhir di jurusan Sendratasik, konsentrasi Seni Musik, dengan mayor gitar klasik di Universitas Negeri Surabaya.

GITAR HYBRID 12 DAWAI PERTAMA DI DUNIA

Ia pun menciptakan gitar nilon berdawai 12. Berbeda dengan gitar pada umumnya, gitar ini memiliki dua kepala yang saling bertolak belakang. Walau berdawai nilon, tapi gitar ciptaan pria 27 tahun ini bukan gitar akustik karena tidak memiliki tabung resonansi, tetapi menggunakan teknologi equalizer.


Keistimewaan lain dari gitar buatan Bayu adalah dapat dibongkar pasang. Bagian tubuh dan leher gitar disatukan dengan skrup, bukan lem. Tentu saja, cara ini memudahkan para pengguna untuk membawa gitarnya dalam perjalanan.

Keunikan Gitar Bayu membuat musisi Indonesia ingin mencobanya. Beberapa di antaranya adalah Jubing Kristyanto, Tohpati, Engkos Prakasa, Royke Koapaha, dan Hanief Palopo.Setelah ditunjukkan dan diuji coba oleh sejumlah pakar gitar Tanah Air, gitar buatan Bayu ini disebut-sebut sebagai gitar hybrid pertama di dunia yang lebih modern.

Bayu mengaku, telah mendapat tawaran dari Konjen Amerika Serikat Kristen F. Bauer di Surabaya, beberapa, untuk mendapatkan hak paten di UNESCO untuk gitar ciptaannya. Tak hanya itu, atas prestasinya, Bayu juga mendapat beasiswa untuk belajar dan memperdalam ilmu tentang gitar klasik ke Spanyol.

Kreativitas tak terbatas yang membuat nama Bayu akhirnya dikenal para ahli gitar Tanah Air. Prestasinya pun terdengar hingga mancanegara. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia untuk selalu berkarya dan meningkatkan kreativitas.

  • Bagaimana Menurut Anda?