728x90 AdSpace

T e r b a r u
Senin, 17 September 2018

Makna Logo dan Maskot PORDA Sulsel XVI Tahun 2018



Arti Logo PORDA Sulsel XVI

Penciptaan logo terinspirasi patung lasinrang secara keseluruhan bentuk logo menggambarkan sosok pahlawan dari tanah Sawitto yakni Petta Lasinrang. Hal ini menggambarkan semangat keberanian dan kejujuran dari para pahlawan-pahlawan olahraga dari daerah masing-masing untuk menulan prestasi diajang PORDA Sul-Sel XVI 2018 di Kabupaten Pinrang dengan tetap menjunjung semangat persaudaraan, persatuan dan sportifitas.

Adapun makna dari bagian-bagian logo adalah
sebagai berikut :

  • Bagian berwarna hitam dan baru berbentuk udang dan ikan sebagai symbol dari hasil tambak andalan dari masyarakat Pinrang, yakni Udang Windu dan Ikan Bandeng.
  • Bagian kepala berwarna kuning berbentuk bulir padi menggambarkan Pinrang sebagai salah satu Sentra penghasil beras tersebar. 
  • Lengan warna hijau sebagai symbol dari daratan Kabupaten Pinrang yang subur dengan masyarakatnya yang aman.
  • Lengan berwarna merah yang menjulur keluar melambangkan semangat yang membara untuk meraih prestasi.
  • Tiga lingkaran yang saling bertautan melambangkan 3 (tiga) etnis besar yang ada di
  • Sulawesi Selatan yakni Bugis, Makassar dan Toraja yang saling terkait dan tetap menyatu
  • dalam lingkaran persaudaraan.


Warna Merah Melambangkan energi, perjuangan dan semangat dari para atlet untuk meraih prestasi di ajang bergensi ini
Warna Hijau Melambangkan kesuburan dataran kabupaten pinrang dan keramahan dari masyarakatnya.
Warna Biru Melambangkan keihklasan dalam berbuat serta bentangan pesisir pantai indah yang ada di Kabupaten Pinrang.
Warna Kuning Melambangkan sikap sportifitas, kesatrian dan kedewasaan dalam berfikir dan bertindak
Warna Hitam Melambangkan kekuatan, kedisiplinan dan optimism untuk meraih tujuan


Arti Maskot PORDA Sulsel XVI

“Marennu” yang bermakna kegembiraan dan rasa syukur menjadi modal dasar Kabupaten Pinrang dalam menyambut perhelatan pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan 
Jiwa “Marennu” disemangatkan dalam Maskot PORDA Sul-Sel XVI 2018 di Kabupaten Pinrang dengan tetap menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat, tanpa mengabaikan nilai keberagaman dan
kesatuan.

BAKKA diambil dari “MANU BAKKA” yang berarti ayam jantan berwarna putih dengan jengger berwarna merah yang merupakan julukan bagi Pahlawan dari Tanah Sawitto. Petta Lasinrang yakni “Bakka Lolona Sawitto.”

Maskot Bakka dibalut dengan pakaian adat khas bugis yakni Songkok Bone, Jas Tutup, Lipa Sabbe dan Badik yang merupakan simbol panji-panji kebesaran dan mempunyai makna sangat mendalam dalam menata kehidupan sosial kemasyarakatan dengan kehidupan lokal budaya dan adat istiadat masyarakat Bugis Pinrang.
  • SONGKOK BONE adalah tutup kepala tradisional yang dikenakan di kepala melambangkan kehormatan dan ketinggian martabat yang selalu dijunjung tinggi masyarakat Bugis.
  • BADIK bukan hanya sebagai senjata untuk membela diri, namun menjadi lambang kedewasaan dalam mengemban amanah, sehingga terdapat kepercayaan yang menimbulkan ketenangan,  kedamaian, kesejahteraan dan kemakmuran dengan nilai kerendahan hati dan kesabaran.
  • LIPA SABBE, menjadi kelengkapan upacara adat dalam penerimaan tamu atau upacara tertentu yang melambangkan kemeriahan pelaksanaan PORDA Sul-Sel XVI 2018 di Kabupaten Pinrang.
  • JAS TUTUP MERAH melambangkan jiwa muda, semangat, kekuatan, keberanian, perjuangan dan tanah air mencerminkan kekukuhan dan kemauan keras.
  • WARNA HITAM melambangkan keteguhan dan kekuatan, kewibawaan, kedisiplinan dan berkemauan keras mencapai pribadi yang utuh.
  • WARNA KUNING melambangkan kedewasaan, kerjasama, kemuliaan, kebahagiaan, kebijaksanaan dan kesatriaan.
  • OBOR merupakan perwujudan semangat yang tak pernah padam dalam mengukir prestasi.
  • Bagaimana Menurut Anda?